PCNU Lumajang Tanggapi Surat PWNU Jatim tentang Kedudukan BMTNU Jatim

oleh -215 views

NU.LUMAJANG.OR.ID, Lumajang – Melalui pesan whatsapp pada sabtu (29-05-2021) Ketua Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Lumajang Moh. Mas’ud, M.A menyampaikan sikapnya tentang surat Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur nomor: 938/PW/A-II/V/2021 tanggal 27 Mei 2021.

Ia menjalaskan bahwa latar belakang terbitnya surat tersebut adalah atas jawaban PWNU Jatim atas beberapa pertanyaan PCNU se Jawa Timur pada saat rapat berkaitan kemandirian jam’iyah.

“Pada saat rapat PCNU se Jatim ada beberapa PCNU menanyakan posisi dan keduudukan BMT NU Jatim yang sudah berkembang dibeberapa wilayah. Beliau menjawab sebagaimana isi surat tersebut bahwa BMT NU dengan kepanjang BMT Nuansa Ummah Sumenep bukan milik dan tidak ada keterkaitan dengan organisasi NU”, jelasnya.

BACA JUGA:   Berkah NU, Motor Orang Ini Lolos Dari Curanmor

Menyikapi hal tersebut Ketua PCNU Lumajang Gus Mas’ud sapaan akrabnya menghimbau agar warga NU khususnya Lumajang jangan memaknai lain-lain yang dapat mereduksi gerakan kemandirian jama’ah maupun jam’iyah.

“Saya menekankan pada warga NU untuk fokus dalam membangun kemandirian ekonomi jangan gara-gara surat tersebut semangat ini menjadi menurun karena kita memiliki cita-cita yang sama”, jelasnya.

Gus Mas’ud juga menerangkan latar belakang berdirinya BMTNU Lumajang yang di gagas PCNU Lumajang merupakan salah satu upaya nyata dalam membangun kemandirian ummat sebagai amanat konferensi.

“Seharusnya saat ini kita bangun sinergitas bahwa BMTU Jatim maupun BMT NU Lumajang bekerja keras untuk melindingi masyarakat yang terlilit hutang akibat terjebak oleh praktek-prakter rentenir”, harapnya.

BACA JUGA:   Peringati 1 Muharram, UPZISNU Yosowilangun Kidul Gelar Santunan Anak Yatim

Sekali lagi Ia menegaskan sikapnya bahwa saat ini musuh kita bersama adalah sistem keuangan yang curang dan menyengsarakan warga NU oleh praktek rentenir.

“Sekali lagi yang kita selamatkan adalah warga NU dengan membangun kemandirian jam’iyah maupun jama’ah”, tutupnya.